Mengenal Manfaat Dana Darurat dan Cara Menyimpannya

Maret 15, 2021

Beberapa hal sering terjadi diluar rencana keuangan. Karena itu pentingnya memiliki dana darurat. Berikut ini manfaatnya!

Segala sesuatu bisa terjadi di luar dugaan, termasuk dalam perencanaan keuangan. Itulah sebabnya kamu harus punya dana darurat sebagai antisipasi agar tujuan kemapananmu tidak terganggu.

Sesuai namanya, dana darurat adalah uang yang tersedia dan bisa diambil sewaktu-waktu ketika kamu membutuhkan. Itulah sebabnya kamu harus menempatkannya sebagai pos dalam perencanaan keuangan agar mudah mencari solusi ketika terjadi kebutuhan yang tidak terduga.

Ketika kehidupan tidak selamanya berjalan mulus dan penuh dengan ketidakpastian, dana darurat harus dipersiapkan sejak dini agar bisa sewaktu-waktu bisa digunakan ketika dalam keadaan darurat. Terutama selama pandemi COVID-19, di mana pemasukan rutin kamu berpotensi terganggu, mulai dari tersendatnya proses produksi hingga ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Di luar pandemi COVID-19, terdapat banyak keadaan darurat yang membutuhkan dana dengan segera yang kemungkinan tidak cukup ditutup dari gaji yang diterima. Misalnya saja, mengalami kecelakaan atau terkena penyakit yang penyembuhannya harus ditangani rumah sakit.

Menyimpan Dana Darurat

Jika kamu adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka penting untuk menyisihkan gaji yang diterima sebagai dana darurat. Dari apa yang kamu keluarkan setiap bulannya, harus diketahui seberapa ideal dana darurat yang kamu miliki. Berapakah jumlahnya?

Penentuan standar dana darurat berdasarkan pada pengeluaran tiap bulan bukan dari besaran gaji. Semakin besar pengeluaran berarti semakin besar kebutuhan dana darurat.

Kamu setidaknya harus memiliki dana darurat sebesar 6x dari dana pengeluaran tiap bulan. Sehingga kamu akan merasa aman sekalipun tidak memiliki pendapatan sama sekali hingga 6 bulan sampai didapatkan sumber penghasilan terbaru.

Sebagai ilustrasi, jika kamu memiliki pengeluaran bulanan sebesar Rp5 juta, berarti kamu harus memiliki dana darurat minimal Rp30 juta. Sedangkan bagi pekerja lepas atau freelancer disarankan memiliki dana darurat sebesar 12x dari pengeluaran bulanan atau Rp60 juta.

Kenapa dana darurat yang dibutuhkan seorang freelancer lebih tinggi daripada karyawan di sebuah perusahaan? Hal ini dikarenakan, freelancer merupakan profesi yang rentan mengalami berbagai keadaan darurat, seperti proyek sepi atau terputus di tengah jalan sehingga kondisi keuangannya sangat jauh dari kepastian.

Nah, mengingat dana darurat dipersiapkan untuk keadaan darurat, tentunya harus mudah ditarik atau dicairkan. Itulah sebabnya kamu harus mempertimbangkan untuk menyimpan dana ini pada insutrumen yang aman, beresiko rendah, mudah dicairkan, dan mudah diakses seperti tabungan dan deposito.

Namun, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan dari dana darurat dan berani menanggung risiko. Tidak ada salahnya menyimpannya di instrumen investasi seperti reksadana yang memiliki return lebih tinggi serta bebas dari pajak.

Selain dana darurat, kamu juga penting melengkapi diri dengan proteksi asuransi yang akan melindungi perencanaan keuanganmu dari berbagai risiko yang terjadi. Jadi, ketika kamu mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan dan rawat inap di rumah sakit, dana darurat yang kamu miliki tidak akan diganggu-gugat untuk menutup biaya yang ditagihkan.

Dalam hal ini, Sun Life Indonesia memiliki produk asuransi jiwa Term Life yang memiliki masa pembayaran premi yang fleksibel dan bisa ditambahkan dengan asuransi tambahan (rider) untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.

 

Klik di sini untuk mengetahui manfaat lebih jauh.

Hubungi perencana keuangan untuk pertemuan virtual hari ini!

*Wajib diisi

contoh: 62812XXX

Artikel terkait