Membangun keluarga

November 28, 2019

Cashflow sehat, kunci kebahagiaan keluarga

Membangun rumah tangga adalah impian setiap pasangan. Usai melangsungkan pernikahan, ada begitu banyak hal baru menanti untuk diwujudkan, seperti memiliki buah hati, membeli rumah idaman, menikmati liburan sekeluarga, dan juga menyekolahkan anak.

Namun, hal tersebut bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri karena biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Seperti halnya menjaga keharmonisan rumah tangga, kamu juga perlu menjaga cashflow atau arus kas. Caranya, dengan membuat perencanaan keuangan keluarga sebaik mungkin.

Menurut perencana keuangan ternama, Aidil Akbar, ada dua langkah penting dalam pengelolaan penghasilan, yaitu menerapkan prinsip 40 – 30 – 20 – 10 dan melakukan pengecekan ulang finansial atau yang lebih dikenal dengan istilah financial check-up.

Prinsip 40 – 30 – 20 – 10

Angka-angka tersebut menggambarkan persentase alokasi anggaran yang harus disisihkankan dari penghasilan. Sisihkan 40 persen untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, mulai dari biaya makan, transportasi, tagihan, hingga rekreasi.

Gunakan 30 persen dari penghasilanmu untuk membayar utang produktif, yaitu utang yang timbul akibat membeli barang yang nilainya meningkat seiring dengan waktu. Misalnya saja, cicilan rumah atau apartemen. Jangan gunakan pos anggaran ini untuk barang-barang konsumtif, seperti gadget mewah.

Kemudian, manfaatkan 20 persennya untuk persiapan masa depan atau hal yang bersifat jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah biaya pendidikan, asuransi jiwa, dan dana pensiun. Terakhir, jangan lupa untuk mengalokasikan sisa 10 persen ke dalam tabungan darurat yang bisa digunakan sebagai biaya berobat jika jatuh sakit.

Financial check-up

Sesuai namanya, financial check-up merupakan langkah yang diambil guna melakukan pengecekan ulang terhadap beberapa aspek penting dalam menjaga cashflow. Adapun aspek yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Total nilai aset yang dimiliki lebih besar dari jumlah utang keseluruhan.
  • Jumlah pemasukan lebih besar dari jumlah pengeluaran.
  • Nilai cicilan maksimal adalah 30 persen dari pemasukan.
  • Jumlah minimal tabungan yang tidak terusik setara dengan tiga kali pengeluaran bulanan.
  • Setiap anggota keluarga memiliki asuransi kesehatan.

Strategi di atas tentunya harus diiringi dengan komunikasi dan kerja sama yang baik antar pasangan. Coba tentukan gaya manajemen cashflow yang sesuai dengan kesepakatan serta kondisi rumah tangga.

Apakah seluruh pemasukan suami akan diserahkan ke istri sebagai pengatur keuangan atau hanya sebagian saja? Sebagai alternatif, kamu dan pasangan bisa memegang pemasukan masing-masing serta berbagi tugas dalam mengelola keuangan. Kamu tinggal memilih mana yang dirasa lebih nyaman. Dengan menjaga kesehatan cashflow, kamu bisa membentuk keluarga yang bahagia.

Hubungi perencana keuangan kami

*Wajib diisi

    Apakah Anda


    Bagaimana kami dapat menghubungi Anda?

       

      Artikel terkait