Jakarta, 26 Februari 2025 – Perempuan di Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam hal keamanan finansial, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola kekayaan dan perencanaan keuangan mereka. Menurut survei terbaru Sun Life Asia berjudul Women’s Wealth in Focus: Building Confidence and Security, mayoritas perempuan Indonesia merasakan peningkatan dalam kesejahteraan finansial mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, tekanan finansial dari tanggung jawab keluarga dan kurangnya akses terhadap produk keuangan yang sesuai masih menjadi kendala utama.
Kemajuan Antar Generasi, tetapi Generasi Sandwich Menghadapi Tekanan
Lebih dari tiga perempat (78%) perempuan di Indonesia merasa bahwa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan saat ibu mereka seusia mereka. Namun, beban finansial yang muncul dari tanggung jawab multi-generasi tetap menjadi tantangan utama.
Sebanyak 32% ibu melaporkan stres akibat harus mengatur kebutuhan anak dan orang tua secara bersamaan, mencerminkan tanggung jawab finansial yang signifikan dalam keluarga. Meskipun 65% perempuan telah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, hanya 11% yang mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak mereka di masa depan. Hal ini menunjukkan keinginan perempuan untuk membangun ketahanan finansial secara mandiri tanpa harus bergantung pada generasi berikutnya.
Masalah kesehatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan, dengan 59% menyebutnya sebagai pemicu utama dalam mengambil keputusan besar, diikuti oleh pembelian rumah (46%) dan perubahan signifikan dalam pendapatan (38%).
Kurangnya literasi keuangan menjadi hambatan besar bagi masa depan finansial yang lebih cerah bagi lebih dari setengah responden (56%). Hambatan lainnya termasuk pendapatan perempuan yang sering lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam profesi yang sama (45%) serta tingginya biaya kesehatan (43%).
Bagi para ibu, aspirasi finansial utama mereka adalah memastikan keamanan jangka panjang. Tujuan yang paling umum meliputi menabung untuk pendidikan anak (69%), membangun dana darurat (53%), dan mengajarkan literasi keuangan serta konsep investasi kepada anak-anak mereka (50%).
Ketika ditanya arti dari keamanan finansial, sebagian besar perempuan menyebut memiliki tabungan yang cukup untuk pengeluaran tak terduga (74%), bebas dari utang (68%), dan memiliki pendapatan pasif yang stabil (48%).
Perempuan di Indonesia terus berupaya menyeimbangkan kebutuhan finansial mereka dengan tanggung jawab terhadap keluarga. Sebanyak dua pertiga (66%) perempuan secara rutin mengutamakan kebutuhan finansial anggota keluarga, seperti kerabat lansia dan anak-anak, dibandingkan kebutuhan pribadi mereka sendiri.
Lebih dari tiga perempat (78%) perempuan mengorbankan perawatan medis pribadi, termasuk perawatan rutin seperti pemeriksaan gigi dan cek kesehatan tahunan, untuk membiayai pengobatan keluarga mereka.
Hampir setengah (44%) perempuan menilai pengetahuan mereka tentang produk keuangan dan investasi sebagai tingkat dasar atau pemula. Meskipun mayoritas mampu menyebutkan saldo pensiun saat ini (75%), rata-rata hasil tahunan investasi mereka (65%), dan suku bunga terkini di Indonesia (59%), masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman finansial mereka.
Sebanyak 64% perempuan dengan hipotek tidak dapat memperkirakan sisa saldo utang mereka, dan 35% tidak mampu menyebutkan hasil tahunan rata-rata dari investasi mereka. Lebih dari setengah (54%) perempuan menghadapi tantangan dalam menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka.
Ketika mencari nasihat keuangan, hampir dua pertiga (63%) lebih memilih berkonsultasi dengan penasihat keuangan perempuan.
Elin Waty, President Commissioner Sun Life Indonesia, mengatakan, “Perempuan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam mencapai stabilitas finansial. Survei kami menemukan bahwa lebih dari setengah (54%) perempuan mengalami kesulitan menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka. Sun Life berkomitmen untuk memberikan edukasi dan akses terhadap produk yang tidak hanya inklusif, tetapi juga mampu mendukung perencanaan finansial jangka panjang, terutama bagi perempuan yang ingin menabung untuk pendidikan anak, membangun dana darurat, dan merencanakan masa depan yang lebih aman.”
Kah Jing Lee, Chief Client Officer Sun Life Indonesia, menambahkan, “Survei ini menggarisbawahi bahwa perempuan di Indonesia semakin percaya diri dalam mengelola keuangan mereka, namun masih menghadapi tantangan dalam menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Kami di Sun Life berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih personal serta mendukung perjalanan finansial perempuan dengan solusi yang fleksibel dan inovatif.”
Sun Life berkomitmen untuk menyediakan produk asuransi dan investasi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perempuan di setiap tahap kehidupan mereka.
Temuan dalam survei ini didasarkan pada 3.023 wawancara online yang dilakukan pada Desember 2024 di Indonesia, Hong Kong SAR, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Sebagian besar responden berasal dari latar belakang pendapatan menengah hingga tinggi dengan usia minimum 30 tahun.
Tentang Sun Life
Sun Life merupakan perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan produk pengelolaan aset, kekayaan, asuransi, dan solusi kesehatan, baik untuk individu maupun korporasi. Sun Life telah beroperasi di sejumlah pasar utama di seluruh dunia, termasuk Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, Tiongkok, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Bermuda. Hingga 31 Desember 2024, Sun Life memiliki total aset kelolaan sebesar CAD 1,54 triliun. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.sunlife.com.
Sun Life Financial Inc. diperdagangkan di bursa saham Toronto (TSX), New York (NYSE), dan Filipina (PSE), dengan kode saham SLF.
Tentang Sun Life Indonesia
Sun Life Indonesia merupakan anak usaha yang dimiliki oleh Sun Life. Sun Life Indonesia menawarkan aneka produk perlindungan dan pengelolaan kekayaan, mulai dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, hingga perencanaan pensiun. Sun Life Indonesia bermitra dengan lembaga keuangan nasional dan multinasional yang terkemuka untuk menjalankan strategi yang tersebar melalui berbagai jalur dan menyediakan akses yang lebih luas untuk solusi asuransi. Hingga 31 Desember 2024, distribusi keagenan konvensional Sun Life didukung oleh lebih dari 1.745 tenaga pemasar dan 44 Kantor Pemasaran Mandiri Konvensional yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara untuk distribusi keagenan syariah, Sun Life memiliki lebih dari 906 tenaga pemasar untuk keagenan syariah dengan 18 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hingga 31 Desember 2024, tingkat Risk Based Capital (RBC) Sun Life Indonesia adalah 493% (konvensional) dan RBC Syariah Sun Life Indonesia sebesar 220%, memenuhi dari persyaratan minimum pemerintah, yaitu 120% dengan total aset Sun Life Indonesia sebesar Rp19,4 triliun.
Sun Life Indonesia telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi pada tahun 2024 sebagai berikut:
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.sunlife.co.id.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Kaiser Simanungkalit
VP Branding, Communications & Client Experience
Sun Life Indonesia
Tel: +6221-5289-0000
Faks: +6221 5289-0019
E-mail: Kaiser.Simanungkalit@sunlife.com
PT Sun Life Financial Indonesia berizin dan diawasi oleh OJK.