Kesehatan adalah harta yang paling berharga bagi kita dan keluarga. Menjaga gaya hidup sehat merupakan salah satu langkah awal untuk menghindari risiko seseorang terkena penyakit kritis. Sayangnya di Indonesia, kesadaran dan pemahaman tentang penyakit kritis masih terbilang minim. Masih banyak masyarakat yang salah pengertian dalam memahami penyebab penyakit kritis. Contohnya, banyak orang mengira bahwa kanker hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Padahal, gaya hidup dan lingkungan juga dapat memicu munculnya berbagai jenis kanker.
Manfaat lari bagi penderita diabetes
Berolahraga adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan oleh para penderita diabetes (diabetesi). Dan lari menjadi pilihan yang tepat.
Ternyata, berolahraga setelah makan dapat menjaga keseimbangan gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Bagi Anda yang mengidap diabetes—terutama diabetes tipe dua—Anda harus mempertahankan kadar gula sekitar 160 mg/dl dalam waktu dua jam setelah makan. Menurut penelitian, olahraga dapat mengurangi konsentrasi glukosa. Karena itu, Anda perlu berolahraga kurang lebih sekitar 30 menit setelah makan.
Saat berolahraga, jumlah kalori yang terbakar dalam tubuh diharapkan sama dengan jumlah kalori yang masuk. Ini akan memperkecil kemungkinan menimbunnya lemak, yang dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Salah satu olahraga yang disarankan adalah berlari. Berlari dapat membakar kalori dalam jumlah banyak, dan dapat membantu diabetesi untuk mengontrol jumlah gula dalam darah. Saat berlari, diabetesi dapat meningkatkan sensitivitas tubuhnya terhadap insulin.
Dalam buku Eat What You Love yang ditulis oleh Michelle May MD, dalam setiap menit melakukan aktivitas olahraga, kita dapat menurunkan gula darah sebanyak satu poin. Dengan berlari selama 30-45 menit, kita akan menurunkan kadar gula darah rata-rata 30-45 poin. Jadi, misalnya gula darah Anda adalah 200 mg/dl dan Anda jogging atau berlari selama 45 menit, maka gula darah Anda akan turun menjadi 155 mg/dl.
Apa lagi keuntungan olahraga berlari bagi penderita diabetes? Tubuh kita terdiri dari air, jaringan lemak, otot, tulang, dan lain sebagainya. Dengan berlari, kita dapat mengurangi timbunan lemak tubuh dan meningkatkan massa otot. Otot dikenal sebagai jaringan dengan metabolisme yang cukup aktif dan memerlukan kalori lebih banyak dibandingkan sel-sel lainnya. Berlari akan membakar lemak tubuh, meningkatkan massa otot, mengurangi resistensi insulin, dan memperbaiki regulasi tekanan darah.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebelum memulai olahraga lari, diabetesi harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai durasi dan frekuensi lari yang boleh dilakukan. Dokter juga bisa membantu diabetesi untuk membuat perencanaan olahraga. Selain itu, jangan lupa untuk mengecek gula darah sebelum dan sesudah olahraga.
Lakukan pemanasan dan pendinginan selama kurang lebih lima menit. Siapkan juga air minum yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi, obat yang diresepkan dokter, dan makanan atau camilan sesuai rekomendasi dokter. Ajak pula orang-orang terdekat untuk membantu memantau perencanaan olahraga dan keselamatan selama melakukan olahraga. Dan jangan lupa untuk bersenang-senang!