Mendidik anak

Januari 03, 2020

Cegah Diabetes pada Anak dengan Makanan Sehat

Setiap orangtua menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk buah hatinya. Makanan dan pakaian saja tidak luput dari perhatian. Apalagi sesuatu yang berkaitan dengan masa depan mereka, seperti kesehatan dan pendidikan.

Diabetes melitus sendiri adalah sebuah penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) akibat kurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh.

Biasanya, anak pengidap diabetes bisa dikenali dengan beberapa gejala klinis. Adapun gejalanya meliputi berat badan turun drastis meskipun banyak makan, sering buang air kecil, dan masih suka mengompol walaupun usianya sudah lebih dari lima tahun.

Selain gejala di atas, kamu juga perlu memerhatikan apakah si kecil mudah lelah, memiliki infeksi jamur, lukanya susah sembuh, penglihatannya kabur, kulitnya gatal dan kering, dan sering merasa kesemutan di kaki.

Apabila dibiarkan, penyakit tersebut tidak hanya berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak, tetapi juga menimbulkan komplikasi jangka pendek maupun panjang.

Oleh karena itu, kurangi atau hentikan kebiasaan mengajak si kecil ke restoran junk food atau memberinya camilan atau minuman manis dalam kemasan. Cobalah membuat sendiri atau memilih makanan yang lebih sehat.

Namun, bagaimana caranya agar si kecil juga mau dan terbiasa mengonsumsi makanan sehat? Simak tips berikut ini.

Bermain dengan warna

Beda warna, beda pula jumlah nutrisi yang terkandung di dalam buah dan sayur. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, pastikan kamu memberikan beragam buah maupun sayur dalam berbagai warna setiap hari.

Tidak hanya itu saja, bermain dengan warna bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk membuat si kecil menyukai buah dan sayur. Jangan lupa pilih buah-buahan atau sayur-sayuran dengan rasa yang manis. Khusus hidangan sayur, kamu bisa menyajikannya dengan cocolan saus keju atau mayones untuk menambah rasa.

Ajak si kecil melakukan aktivitas fisik

Coba ajak si kecil bermain atau melakukan kegiatan fisik yang memakan banyak tenaga, seperti berenang, lompat tali, kejar-kejaran, atau menjajal permainan di taman. Kegiatan semacam ini akan membantu membuat si kecil merasa lapar.

Nafsu makannya pun akan bertambah, sehingga ia cenderung tidak pemilih dan mau menyantap masakan yang ada di hadapannya.

Ubah cara penyajian

Yang dimaksud dengan cara penyajian bukan hanya membuat tampilan hidangan menjadi lebih menarik, tetapi juga mengubah bentuk, tekstur, dan juga rasa.

Kamu bisa mencoba membuat bakso atau nugget berisi campuran daging dan aneka sayuran. Jika sudah terbiasa, coba tambah porsi sayur dan kurangi porsi daging sedikit demi sedikit.

Untuk camilan, kamu bisa menyajikan carrot cake, banana bread, atau fruit popsicle. Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diingat saat membuat camilan berbahan dasar buah. Dikarenakan buah mengandung gula alami, ada baiknya kamu memerhatikan jenis atau jumlah buah yang akan digunakan serta mengurangi penggunaan pemanis.

Kurangi porsi, perbanyak jumlah makan

Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanannya. Sebab, hal tersebut justru akan menimbulkan stres. Jika ia menganggap kebiasaan makan sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, maka nafsu makannya akan berkurang.

Ketimbang menyajikan satu piring penuh, kamu bisa mengurangi porsi dan menambah jumlah makannya dalam sehari. Dengan begitu, si kecil akan lebih mampu menghabiskannya.

Mudah dan menyenangkan bukan? Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat si kecil makan lebih sehat!

Hubungi perencana keuangan untuk pertemuan virtual hari ini!

*Wajib diisi

    Apakah Anda


    Kami akan segera menghubungi Anda. Silakan tinggalkan detail Anda di bawah ini.

       

      Artikel terkait