Membangun keluarga

Juni 02, 2020

Memperbaiki Keuangan Keluarga Muda

Minimnya pengalaman dan pengetahuan di berbagai aspek, membuat pasangan yang baru menikah rentan terhadap masalah keluarga. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pasangan muda dalam menjalani rumah tangganya adalah masalah keuangan.

Kebanyakan pasangan muda belum mendalami bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat. Padahal, masalah keuangan dapat berakibat fatal jika tidak diselesaikan dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika permasalahan keuangan terlanjur hadir ke dalam kehidupan rumah tangga kita? Jangan biarkan keadaan semakin memburuk! Perbaiki keadaan finansial keluargamu dengan lima tips di bawah ini:

1. Samakan visi dan saling terbuka

Kesamaan visi keuangan adalah pondasi utama untuk kondisi finansial keluarga yang sehat. Mulailah berdiskusi dan samakan pandangan tentang kebutuhan dan keinginan masing-masing, sehingga tujuan keuangan keluarga lebih terarah.

Selain itu, kamu juga harus saling terbuka dengan pasangan dalam membicarakan kondisi finansial. Meski dinilai cukup sensitif, tetapi hal-hal seperti penghasilan, pengeluaran, hingga hutang perlu didiskusikan secara terbuka. Hal ini akan memudahkanmu bersama pasangan untuk menemukan solusi bersama jika menghadapi permasalahan keuangan di kemudian hari.

2. Buat rencana keuangan bersama

Setelah menyamakan visi dan komitmen untuk saling terbuka, urai permasalahan keuangan dengan membuat anggaran bersama pasangan. Kamu bisa membuat rencana keuangan secara berjangka, baik anggaran bulanan maupun tahunan.

Bagi pasangan yang sama-sama bekerja, buatlah kesepakatan terhadap sumber pendapatan yang akan digunakan. Entah memisahkan atau menggabungkan pendapatan, hal ini bertujuan untuk menjaga pengelolaan anggaran berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

3. Evaluasi secara berkala

Lakukan evaluasi pengeluaran secara rutin agar sesuai dengan rencana keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sisir setiap pos pengeluaran yang ada. Jika ada pos yang melebihi budget, segera cari solusi bersama agar tidak lagi terjadi pembengkakan pengeluaran.

Pada tahap ini, kamu dan pasangan juga dapat menentukan mana pengeluaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jika dilakukan secara disiplin dan berkala, kamu bisa mengurai masalah sekaligus membuat pemanfaatan keuangan keluarga jadi lebih efisien.

4. Mulai berinvestasi

Sekadar menabung tidaklah cukup, terlebih untuk memenuhi kebutuhan yang relatif mahal seperti kendaraan dan rumah. Hal ini dikarenakan bunga yang didapatkan dari tabungan tidak sebanding dengan laju inflasi.

Oleh sebab itu, kamu dan pasangan perlu mempelajari berbagai investasi, seperti deposito, reksadana, dan saham. Setelah paham, kamu bisa mulai mengalokasikan dana untuk diinvestasikan.

5. Bersiap untuk kondisi darurat

Musibah atau keadaan darurat seringkali datang pada saat yang tidak terduga. Kondisi ini pun kerap mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Oleh karenanya, kamu dan pasangan perlu mulai bersiap untuk menghadapi kondisi darurat.

Hal tersebut bisa dimulai dari menyiapkan dana darurat sejumlah 3-4 kali pengeluaran bulanan rumah tangga, hingga membekali anggota keluarga dengan asuransi.

Coba manfaatkan produk asuransi dan investasi yang kini semakin inovatif dan juga variatif. Dari sekian banyak produk yang ada, asuransi syariah menjadi salah satu yang paling digemari. Cukup dengan satu produk, kamu bisa mendapatkan manfaat proteksi asuransi sekaligus meraup keuntungan dari investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Dengan mengikuti strategi di atas, kamu dan pasangan barumu dapat memperbaiki kondisi sekaligus mengembangkan kondisi finansial untuk hidup yang lebih baik.

Hubungi perencana keuangan untuk pertemuan virtual hari ini!

*Wajib diisi

    Apakah Anda


    Kami akan segera menghubungi Anda. Silakan tinggalkan detail Anda di bawah ini.

       

      Artikel terkait