Membangun keluarga

Juni 18, 2020

Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. Anjuran untuk physical distancing pun berdampak pada sistem kerja yang didorong untuk dikerjakan dari rumah (work from home/WFH).

Kondisi ini tak ayal berdampak pada berbagai industri dan ekonomi secara menyeluruh. Demi bisa bertahan, berbagai upaya efisiensi pun dilakukan perusahaan, yang berakibat pada pendapatan Anda yang kian penuh ketidakpastian.

Di tengah kondisi tersebut, Anda harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Perencana Keuangan Bareyn Mochaddin membagi beberapa tipsnya:

Hindari Menambah Utang

Dalam kondisi normal, membuat utang baru seringkali menjadi pilihan dalam mengatasi selisih antara pendapatan dan pengeluaran.

Namun, di tengah ketidakpastian, terutama dari sisi penghasilan, hindari membuat utang baru. Utang baru justru akan menjadi beban keuangan di masa depan. Pikirkan cara lain. Tempatkan keputusan menambah utang di urutan paling terakhir dalam skala prioritas Anda.

Petakan Aset Keuangan Berdasarkan Situasi dan Kondisi

Lihat dan hitung kembali semua aset Anda hari ini. Petakan secara detail jumlah simpanan dan tabungan Anda, aset yang sudah dimiliki, serta beragam investasi yang pernah dilakukan.

Dari sana, Anda akan memiliki gambaran yang lebih utuh dan komprehensif. Adakah satu-dua pekerjaan atau investasi yang membuahkan penghasilan? Dana tersebut bisa dialokasikan untuk pengeluaran Anda sementara.

Ketahui Kebutuhan dan Buat Anggaran Detail

Perencanaan yang baik adalah setengah kesuksesan. Begitu juga dalam hal keuangan. Buatlah skala kebutuhan Anda dan berapa anggaran yang dibutuhkan untuknya. Catatlah anggaran tersebut dengan detail. Anda juga bisa membuat batas anggaran. Misalnya, belanja untuk kebutuhan pokok sehari-hari, dibatasi maksimal Rp3 juta per bulan.

Dalam membuat anggaran, dahulukan kebutuhan pokok dan prioritas. Selain itu, sisir lagi semua pos pengeluaran bulan lalu. Pos pengeluaran apa yang bukan prioritas sehingga bisa dikurangi atau dihilangkan sementara? Apakah Anda dapat menjalankan kewajiban tanpa mengeluarkan uang untuk anggaran tersebut?

Setelah menentukan prioritas dan anggaran, Anda juga harus berkomitmen dan disiplin. Selama setidaknya satu bulan, usahakan Anda mematuhinya. Jangan mudah mengubah anggaran untuk sesuatu yang tidak penting dan mendesak.

Berdamai dengan Gengsi

Sebelum membuat anggaran, Anda juga harus melakukan evaluasi. Dalam menyusun kebutuhan prioritas dan anggaran, Anda harus bisa menyingkirkan gengsi. Di tengah situasi sulit, Anda harus pandai menyesuaikan antara kebutuhan dan kemampuan keuangan. Buka semua peluang untuk mendapatkan barang atau jasa dengan harga yang lebih murah tanpa menyampingkan kualitas.

Singkirkan semua keinginan untuk membeli barang yang sifatnya tersier. Kesampingkan semua keinginan untuk tampil lebih keren dan menarik hanya demi unggahan media sosial.

Lakukan Evaluasi

Lakukan evaluasi atas pengeluaran yang telah dilakukan, lihat catatan keuangan apakah pengeluaran sesuai dengan rencana ataukah ada pengeluaran-pengeluaran siluman yang tidak pernah direncanakan? Ke depan, singkirkan pengeluaran siluman tersebut, jangan sampai diulang, agar kondisi keuangan kita tetap terjaga.

Memanfaatkan Diskon, Bukan Dimanfaatkan

Anda bisa mencari dan menemukan berbagai cara untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. Bandingkan harga di berbagai e-commerce. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan berbagai program yang ditawarkan. Teliti dan gunakan semua kode promosi, status keanggotaan, cashback, atau promo gratis pengiriman yang sedang berlangsung.

Namun, Anda juga harus bijak dan teliti. Hindari penjual yang hanya memberikan diskon sebagai kamuflase untuk membeli lebih banyak. Pertimbangkan dan kembalikan pada rencana anggaran yang sudah Anda buat. Cobalah untuk disiplin dalam mematuhi setiap detailnya.

Kreatif

Masa pandemi virus dapat menjadi salah satu kesempatan untuk mengasah kreativitas dan keterampilan Anda. Selama WFH, Anda lebih banyak memiliki waktu luang. Isilah dengan kegiatan yang bermanfaat bagi diri dan karier Anda. Siapa tahu, keterampilan baru Anda justru menjadi jalan untuk mendapat penghasilan tambahan.

Berbagai platform pendidikan online atau perpustakaan tersedia untuk diakses tanpa biaya atau gratis. Para profesional yang mempunyai jam terbang tinggi juga sering membagikan berbagai pengalaman dan triknya melalui siaran langsung di media sosial.

Gunakan dan Simpan THR dengan Bijak

Di tahun-tahun sebelumnya, Anda terbiasa menggunakan THR untuk belanja dan memenuhi berbagai kebutuhan selama ramadhan dan hari lebaran. Akan tetapi, tidak ada satu pihak pun yang dapat menjamin kapan pandemi virus ini akan berakhir. Untuk itu, kelola dana THR yang Anda terima dengan bijak.

Anda bisa menggunakan THR untuk kebutuhan pokok dan tidak bisa ditunda. THR juga bisa dialokasikan untuk membayar zakat fitrah dan sedekah di bulan Ramadan. Biasanya untuk zakat fitrah, sudah diatur jumlahnya. Lalu, jika Anda masih memiliki kelonggaran, tidak ada salahnya Anda menambah porsi untuk sedekah, berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan.

Jika Anda termasuk orang yang rutin melakukan mudik pada saat Lebaran, maka tahun ini anggaran mudik bisa Anda simpan. Gunakan untuk menambah dana darurat atau menambah asuransi bagi Anda dan keluarga.

Jaga kondisi, tetap positif dan #LebihBijak dalam mengelola keuangan di masa pandemi!

Hubungi perencana keuangan untuk pertemuan virtual hari ini!

*Wajib diisi

    Apakah Anda


    Kami akan segera menghubungi Anda. Silakan tinggalkan detail Anda di bawah ini.

       

      Artikel terkait