Panduan praktis

Oktober 08, 2018

Ini bedanya wakaf dengan zakat, infak, dan sedekah

Salah satu bentuk kebajikan melalui harta adalah dengan berwakaf, di mana kita menahan hak milik kita terhadap materi benda dengan tujuan memberikan manfaat atau faedahnya. Lantas, apa bedanya wakaf dengan bentuk kebajikan harta yang lain?

Dalam fungsi sosialnya, wakaf bisa menjadi jalan bagi pemerataan kesejahteraan di kalangan umat, serta penanggulangan kemiskinan di suatu negara jika terkelola dengan baik. Sedangkan fungsi wakaf sebagai ibadah dapat mengalirkan pahala terus menerus selama harta wakaf itu dimanfaatkan. Para ulama berpendapat bahwa hukum berwakaf itu merupakan anjuran agama.

 Selain wakaf, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk beribadah dan mengelola harta, yaitu zakat, infak, dan sedekah. Perbedaan zakat dengan wakaf adalah, zakat memiliki syarat dalam jumlah tertentu. Zakat disesuaikan dengan kadar harta yang dimiliki, dan akan diberikan kepada mustahiq atau orang-orang yang wajib menerima zakat. Zakat merupakan salah satu rukun islam, jadi menunaikan atau membayar zakat adalah wajib hukumnya.

 Lain lagi dengan infak, kita bisa melakukan infak dengan memberikan uang kepada yang membutuhkan, memasukkan ke kotak masjid, atau memberikan barang yang bermanfaat untuk yayasan. Hukum infak adalah sunnah. Tidak ada batasan jumlah dalam berinfak, semampunya Anda saja. Tidak ada ketentuan waktu juga dalam melakukan infak.

 Selain wakaf, zakat, dan infak, kita juga dapat melakukan sedekah. Sedekah itu memiliki pengertian luas sebagai berbuat baik. Sedekah tak hanya soal materi saja, tapi bisa juga menyangkut dengan hal yang bersifat non materiil. Kita boleh memberikan sedekah kita kepada siapapun, terlebih lagi untuk mereka yang membutuhkan.

 Itulah perbedaan wakaf dengan zakat, infak, dan sedekah. Cari tahu lebih lanjut mengenai manfaat dan hikmah berwakaf, serta mengelola keuangan sekaligus beribadah melalui wakaf.


Produk terkait

Asuransi Brilliance Amanah (Syariah)

Asuransi Brilliance Amanah (Syariah)

Periode: 20 tahun
  • Potensi hasil investasi
  • Manfaat rawat inap
  • Kompensasi saat berhaji
Asuransi Brilliance Amanah (Syariah)
Asuransi Brilliance Fortune Plus

Asuransi Brilliance Fortune Plus

Periode: 88 tahun
  • Perlindungan optimal
  • Investasi optimal
Asuransi Brilliance Fortune Plus
Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus (Syariah)

Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus (Syariah)

Periode: 12 tahun
  • Santunan optimal
  • Investasi optimal
  • Surplus underwriting
Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus (Syariah)

Hubungi perencana keuangan kami

*Wajib diisi

    Apakah Anda


    Bagaimana kami dapat menghubungi Anda?