Siaran pers

Juni 09, 2016

Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Sun Life Financial Indonesia Berkolaborasi Mendirikan Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di RSCM







Jakarta, 8 Juni 2016 – Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Divisi Metabolik Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Sun Life Financial Indonesia secara resmi membuka Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mencoba mengurangi jumlah munculnya kasus diabetes mellitus (DM) serta untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien penderita DM. Inisiatif ini dijalankan dengan memberikan edukasi kepada pasien DM dan keluarga mereka serta masyarakat. Dengan demikian, Sun Life berharap akan lebih banyak orang yang berkontribusi dan mendukung terciptanya Indonesia #lebihbaik (Indonesia yang lebih baik).

Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di RSCM akan menitikberatkan pada pasien DM dan perawatan pasien rawat jalan yang terkena komplikasi (mata dan kaki), serta konsultasi gizi bagi para pasien DM beserta keluarga mereka. Fasilitas ini juga akan menyediakan kegiatan diskusi kelompok mengenai DM dan perkembangan penyakit tersebut. Poliklinik ini juga akan dilengkapi dengan ruang diskusi berkelompok, ruang konsultasi gizi, fasilitas perawatan pasien dan ruang konsultasi DM.

“Kami sangat gembira untuk mengumumkan peresmian pembukaan Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu. Kami berkomitmen dalam upaya pencegahan DM dan perawatan bagi para pasien DM. Kami menyambut siapa pun untuk mengunjungi Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu untuk mengetahui informasi seputar DM secara lebih mendalam,” ujar Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia.

“Sun Life Financial memiliki komitmen yang kuat untuk melawan DM di Asia maupun Indonesia. Kami telah secara aktif berusaha dalam meningkatkan kesadaran akan penyakit DM, tanda dan gejalanya, serta menghimpun dukungan untuk penelitian tentang pencegahan, proses penanganan yang lebih baik, serta penyembuhan dari segala bentuk penyakit ini,” tambahnya.

Menurut dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Kepala Divisi Departemen Endokrinologi dan Penyakit Dalam FKUI/RSCM, “Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu diharapkan mampu mendukung dalam mengatur pola hidup yang lebih baik bagi pasien penderita diabetes. Poliklinik ini akan membantu pasien penderita DM beserta keluarga mereka dan masyarakat untuk dapat lebih memahami DM lebih baik dan bagaimana cara mengatasi penyakit DM secara mandiri. Dengan adanya visi yang sama antara RSCM dan Sun Life dalam mencegah dan memberantas DM, kami ingin memberikan akses yang lebih mudah kepada pasien penderita DM beserta keluarga mereka untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”

Lebih dari 90 persen pasien DM menderita tipe 2, yang muncul saat tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup untuk dapat berfungsi secara baik, atau tubuh tidak mampu bereaksi terhadap insulin yang dihasilkan. DM tipe 2 lebih dikenal dengan istilah ‘penyakit gaya hidup’, karena DM jenis ini lebih sering menyerang orang-orang yang tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup dan orang yang mengalami obesitas, selain dari faktor genetik keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perbaikan gaya hidup dapat mencegah timbulnya penyakit DM secara lebih baik dibandingkan dengan konsumsi obat. Gaya hidup yang sehat dapat diterapkan, mulai dari asupan gizi yang seimbang dengan komposisi kalori yang dibutuhkan; termasuk jumlah asupan serat, menurunkan berat badan, dan berolahraga dengan intensitas waktu setidaknya 30 menit selama lima kali dalam seminggu atau 150 menit dalam seminggu.

“Dengan meningkatkan kualitas edukasi dan informasi yang diberikan kepada pasien penderita DM beserta keluarga dan masyarakat, masyarakat akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tidakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko DM. Kami percaya bahwa dengan informasi yang lebih baik dan pemberian edukasi secara berkelanjutan mengenai penyakit serius ini, masyarakat akan memperbaiki gaya hidup mereka dan sesegera mungkin memulai hidup yang lebih sehat,” tambah Elin Waty.

Untuk statistik seputar DM, silakan lihat catatan di bawah ini.

Tentang Sun Life Financial Indonesia

Sun Life Financial Indonesia merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Sun Life Financial. Kami menawarkan aneka produk perlindungan dan pengelolaan kekayaan, dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan perencanaan pensiun. Sun Life Financial Indonesia bermitra dengan lembaga keuangan nasional dan multinasional yang terkemuka untuk menjalankan strategi kami yang tersebar melalui berbagai saluran dan menyediakan akses yang lebih luas untuk solusi asuransi kami.

Pada 2016, Sun Life Financial Indonesia meraih sejumlah penghargaan bergengsi antara lain:

  1. Meraih predikat “Sangat Bagus” untuk produk Unit Link dari Majalah Infobank dalam “Infobank Unit Linked Awards 2016”. Penghargaan ini diberikan kepada Sun Life Financial Indonesiauntuk produk unit linkberikut:
  • Salam Balanced Fund untuk kategori Campuran unit link lima tahun
  • Salam Balanced Fund untuk kategori Campuran unit link tiga tahun
  • Brilliance Xtra Progressive untuk kategori Campuran unit link tiga tahun
  • Brilliance Xtra Progressive untuk kategori Campuran unit link satu tahun
  • Maxi Fund 1 untuk kategori Saham unit link satu tahun
  1. Excellent Service Experience Award 2016” dari Carre CCSL (Center for Customer Solutions& Loyalty)
  2. Meraih penghargaan CSR untuk kategori kesehatan dan pendidikan dari KoranSindo
  3. Meraih predikat “Excellent” untuk penghargaan Customer Service Email Centres kategori Industri Asuransi dari CARRE Center for Customer Satisfaction & Loyalty Company dalam penghargaan “Contact Centre Service Excellent 2016”.
  4. Meraih predikat “Excellent” untuk penghargaan Call Centres untuk kategori Industri Asuransi Kesehatan dan Jiwa dari CARRE Center for Customer Satisfaction & Loyalty Company dalam penghargaan “Contact Centre Service Excellent 2016
  5. Meraih HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2015. Para juri HR Asia Best Companies to Work for in Asia Awards terdiri dari para pakar industri, akademisi, jurnalis, dan perwakilan pemerintah.
  6. PT Sun Life Financial Indonesia memperoleh penghargaan „Bronze Award‟ dalam ajang bergengsi The 8th Annual Global CSR Awards 2016 untuk kategori “Excellence in Provision of Literacy & Education Award untuk Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Kurang dari USD1 Miliar”. 

Tentang Sun Life Financial

Sun Life Financial merupakan perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan beragam produk proteksi, serta pelayanan nasabah baik individu maupun korporasi. Sun Life Financial dan mitranya telah beroperasi di sejumlah pasar utama di seluruh dunia, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, Cina, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Bermuda. Per 31 Maret 2016, grup Sun Life Financial memiliki total dana kelolaan sebesar CDN861 miliar. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Sun Life Financial, silakan kunjungi www.sunlife.com.

Sun Life Financial diperdagangkan di Toronto (TSX), New York (NYSE), dan bursa saham Filipina (PSE), dengan kode saham SFL.

Tentang Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM

Divisi Endokrinologi dan Metabolisme sebagai salah satu dari 12 divisi di Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM, berfokus pada manajemen diabetes mellitus dan kelainan endokrin lainnya. Sebagai sebuah unit pelayanan dibawah institusi pendidikan dan institusi penyedia layanan kesehatan, ada beberapa program yang secara rutin dilakukan yang berkaitan dengan DM, seperti:

  1.  Edukasi dari segala aspek yang berkaitan dengan DM bagi mahasiwa, perawat, dan peserta program spesialis.
  2. Spesialis kesehatan dalam Klinik Rawat Jalan Endokrin dan Metabolik RSCM
  3. Penelitian dalam bidang DM
  4. Pelatihan dalam perawatan kaki diabetic
  5. Pelatihan manajemen holistic dan komprehensif DM untuk dokter umum
  6. Pelatihan dasar dan lanjutan penggunaan insulin bagi dokter umum dan peserta program spesialis
  7. Pelatihan dalam manajemen pola makan DM
  8. Edukasi untuk pasien DM dan awam

Pada Juli 2016, kami juga mengadakan Jakarta Endocrine Meeting yang ditujukan untuk praktisi di bidang Endokrinologi sebagai pertemuan untuk membahas perkembangan endokrin. Sedangkan di bulan November setiap tahunnya kami mengadakan acara tahunan bertajuk Jakarta Month Diabetes yang terdiri dari Jakarta Diabetes Walk untuk para pasien penderita DM beserta keluarganya serta Diabetes Meeting untuk para praktisi di bidang endokrinologi untuk memperbaharui informasi seputar perkembangan DM (baik teknologi untuk penyembuhannya maupun perkembangan ilmiahnya).

Informasi tentang Diabetes di Indonesia

Pada 2015,  9,3% (8,2-11,4%) dari jumlah orang dewasa berusia 20-79 diperkirakan hidup dengan diabetes. Hal ini setara dengan 153 (135-188) juta orang. Lebih dari setengah (52,1%) dari jumlah ini tidak terdiagnosis, 61,6% hidup di kota dan 90,2% hidup di negara yang berpenghasilan rendah atau negara berkembang. Kawasan Pasifik Barat adalah rumah bagi 36,9% dari jumlah total penderita diabetes di dunia. Diabetes melitus (DM) yang berdasarkan wawancara juga meningkat 1,1 persen (2007) menjadi 2,1 persen (2013). Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan DM adalah 6,9%. Berdasarkan data klinik rawat jalan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2011 menunjukkan bahwa kebanyakan pasien yang datang untuk berobat pada umumnya telah terkena beragam komplikasi yang kronis. Kebanyakan pasien yang datang ke klinik adalah pasien diabetes, sebagai contohnya pada tahun 2011 ada sebanyak 13.280 pasien diabetes yang datang, diikuti dengan jumlah pasien tiroid sebanyak 7.823 dari total pasien 56.346 orang. Sebanyak 15-25% penderita diabetes akan mengalami masalah dengan kakinya dan berisiko diamputasi 10-15 kali lebih besar dari non-diabetes dan sebanyak 30-40% dari mereka dengan penyakit arteri perifer.

Dari rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2007, ada 3.551 pasien yang dirawat, 9,2% dirawat karena diabetes dan 33,9% dari mereka diperlakukan dengan ulkus kaki diabetik dan gangren. Sedangkan angka kematian diabetes pasien pada tahun 2003 sebesar 16%, tingkat amputasi sebesar 25%, dan jumlah re-amputasi sebanyak 58,7%. Dari kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2010, ada 11.428 pasien rawat jalan di mana 1.829 (16%) dari mereka mengalami ulkus kaki diabetik.

Berdasarkan hasil penelitian Sun Life Health Index 2015 yang dilakukan oleh Sun Life Asia, berdasarkan pandangan 4.000 orang antara 25 dan 60 tahun di sembilan negara di Asia, menunjukkan bahwa hampir semua (93 persen) dari 500 responden di Indonesia menempatkan kesehatan pribadi sebagai sebuah aspek penting dalam hidup mereka. Di sisi lain, kesadaran responden dalam memiliki gaya hidup sehat masih relatif rendah, hanya 20 persen yang mengkonsumsi makanan sehat. Berdasarkan sebuah penelitian, tiga penyakit kritis di Indonesia, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan masalah pernapasan, dapat dicegah. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa Sun Life konsisten dalam mencegah diabetes DM di Indonesia.

Di Indonesia, untuk membangkitkan kesadaran yang lebih tinggi tentang DM, Divisi Metabolik Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia didukung oleh Sun Life mengadakan Jakarta Diabetes Walk 2015 yang melibatkan 5.000 orang di Jakarta pada bulan November tahun lalu. Di awal tahun ini, sebuah uji coba Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu untuk pasien penderita DM beserta keluarganya telah didirikan. Sun Life Financial memiliki komitmen yang kuat dalam memerangi DM di Asia dan Indonesia. Sun Life Financial telah aktif meningkatkan kesadaran untuk semua bentuk diabetes, tanda-tanda dan gejala, dan mendapatkan dukungan untuk penelitian kritis terhadap pencegahan, lebih baik mengobati dan menyembuhkan semua bentuk penyakit.

Sejak 2014, Sun Life Financial di beberapa negara di Asia telah melakukan berbagai program dalam memerangi diabetes mellitus (DM). Sun Life Financial di Filipina, Malaysia, Hong Kong dan Indonesia telah memberikan kontribusi melalui dukungan bagi pasien penderita DM melalui kegiatan penggalangan dan kampanye untuk gaya hidup sehat dan membangun poliklinik edukasi untuk pasien penderita DM. Kegiatan tersebut mencakup SunPIOLOGY Dance Diabetes Away 2014 dan SunPIOLOGY 2015 Kick Diabetes to the Finish Line yang diadakan oleh Sun Life Financial Filipina bekerja sama dengan Filipina Philippines Society of Endocrinology and Metabolism. Sun Life Financial Malaysia juga memprakarsai Program Brighter You, sementara Sun Life Financial Hong Kong mengadakan kegiatan Prevent the Preventable bekerjasama dengan Asia Diabetes Foundation (ADF).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: 

Dr. Em Yunir Mba. SpPD-KEMD

Head of. Division of Endocrinology and Metabolism Department of Internal Medicine FKUI/RSCM

Telephone: 62-21- 3907703

Facsimile: 62-21-3928658

Email: endocrin@rad.net.id

Shierly Ge

Head of Marketing

PT Sun Life Financial Indonesia

Telephone: 62-21-5289 0000

Facsimile: 62-21-52890019

Email: Shierly.ge@sunlife.com

www.sunlife.co.id